Dari Kampus ke Masyarakat, HMPS Hukum Tatanegara UIN Bukittinggi Perkuat Pendidikan Al-Qur’an melalui Tahsin

Bukittinggi — Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) Hukum Tatanegara Fakultas Syariah UIN Bukittinggi melaksanakan kegiatan Tahsin Al-Qur’an di Madrasah Diniyah Awaliyah (MDA) Al Awwabin, Bulan Gadang, Pakan Kamis, pada Jumat, 28 Agustus 2026.

Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk kepedulian mahasiswa terhadap pendidikan keagamaan, khususnya dalam meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur’an di kalangan generasi muda. Kehadiran mahasiswa di MDA Al Awwabin juga menjadi wujud nyata bahwa aktivitas kemahasiswaan tidak hanya berlangsung di lingkungan kampus, tetapi juga diarahkan untuk memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.

Ketua Panitia, Febri Edo Saputra, menyampaikan bahwa kegiatan tahsin merupakan salah satu bentuk kegiatan positif yang diinisiasi mahasiswa untuk memberikan kontribusi di bidang pendidikan keagamaan.

«“Melalui kegiatan ini, kami berharap dapat memberikan manfaat kepada para santri, khususnya dalam meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur’an. Kegiatan ini juga menjadi pengalaman bagi mahasiswa untuk belajar berinteraksi dan berkontribusi langsung di tengah masyarakat,” ujar Febri Edo Saputra.»

Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa HMPS Hukum Tatanegara memberikan pendampingan kepada para santri dalam memperbaiki bacaan Al-Qur’an. Tahsin dilakukan dengan memberikan perhatian terhadap makharijul huruf, hukum tajwid, panjang dan pendek bacaan, serta kefasihan dalam membaca ayat-ayat Al-Qur’an.

Para santri mengikuti kegiatan dengan antusias. Interaksi antara mahasiswa dan santri berlangsung dalam suasana edukatif dan penuh kekeluargaan. Mahasiswa tidak hanya berperan sebagai pendamping pembelajaran, tetapi juga memberikan motivasi agar para santri semakin mencintai Al-Qur’an dan membiasakan membaca Al-Qur’an dengan baik dan benar.

Sementara itu, Ketua Program Studi Hukum Tatanegara Fakultas Syariah UIN Bukittinggi yang dalam kegiatan ini diwakili oleh Sekretaris Program Studi, Hendri, SHI., M.Si., memberikan apresiasi terhadap pelaksanaan kegiatan tersebut.

Hendri menyampaikan bahwa kegiatan kemahasiswaan hendaknya tidak hanya berorientasi pada pengembangan kapasitas akademik, tetapi juga mampu menghadirkan manfaat bagi masyarakat.

«“Kegiatan seperti ini sangat positif karena menjadi ruang bagi mahasiswa untuk mengamalkan ilmu sekaligus membangun kepedulian sosial. Mahasiswa Hukum Tatanegara diharapkan tidak hanya memiliki kemampuan akademik dan profesional, tetapi juga memiliki karakter keislaman dan kepedulian terhadap masyarakat,” ungkap Hendri.»

Menurutnya, kegiatan tahsin juga sejalan dengan semangat pendidikan di Fakultas Syariah yang tidak memisahkan antara penguasaan ilmu, pengamalan nilai-nilai keislaman, dan pengabdian kepada masyarakat.

Pihak MDA Al Awwabin menyambut baik kehadiran mahasiswa HMPS Hukum Tatanegara. Kolaborasi tersebut diharapkan dapat memberikan motivasi tambahan kepada para santri dalam mempelajari Al-Qur’an sekaligus membuka peluang kerja sama dalam kegiatan pendidikan dan keagamaan lainnya.

Kegiatan Tahsin Al-Qur’an ini sekaligus menjadi ruang pembentukan karakter mahasiswa. Melalui interaksi langsung dengan masyarakat, mahasiswa dilatih untuk memiliki kepedulian sosial, kemampuan berkomunikasi, tanggung jawab, serta semangat pengabdian.

HMPS Hukum Tatanegara Fakultas Syariah UIN Bukittinggi berharap kegiatan Tahsin Al-Qur’an di MDA Al Awwabin dapat terus dikembangkan secara berkelanjutan. Dari kampus, mahasiswa hadir ke tengah masyarakat untuk berbagi ilmu, memberikan manfaat, sekaligus belajar dari kehidupan masyarakat.

Dengan semangat tersebut, kegiatan tahsin diharapkan dapat menjadi bagian dari kontribusi HMPS Hukum Tatanegara dalam membangun generasi yang mencintai Al-Qur’an, berkarakter Islami, serta memiliki kepedulian terhadap kehidupan sosial kemasyarakatan.