Fakultas Syariah UIN Bukittinggi Luluskan 278 Sarjana pada Yudisium XIII Tahun Akademik 2025/2026

BUKITTINGGI — Fakultas Syariah UIN Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi kembali menggelar Yudisium ke-XIII Tahun Akademik 2025/2026, Jumat, 11 September 2026. Bertempat di Aula Gedung Student Center, kegiatan berlangsung dalam suasana meriah, khidmat, dan penuh kebanggaan, sebagai momentum penting bagi para mahasiswa yang telah menyelesaikan seluruh rangkaian pendidikan akademiknya.

Sebanyak 278 mahasiswa resmi dinyatakan sebagai sarjana dari empat program studi yang berada di lingkungan Fakultas Syariah, yakni Program Studi Hukum Keluarga Islam, Hukum Ekonomi Syariah, Hukum Tata Negara, dan Hukum Pidana Islam.

Kegiatan yudisium dihadiri oleh jajaran pimpinan fakultas, ketua dan sekretaris program studi, para dosen, tenaga kependidikan, dan  peserta yudisium. Dalam sambutannya, Dekan Fakultas Syariah, Prof. Dr. Ismail, M.Ag., menyampaikan apresiasi dan ucapan selamat kepada seluruh mahasiswa yang telah berhasil menyelesaikan studi. Yudisium, menurutnya, tidak semata-mata menjadi seremoni akademik, tetapi merupakan titik awal bagi lulusan untuk mengimplementasikan ilmu, integritas, dan nilai-nilai kesyariahan di tengah masyarakat.

Para lulusan diharapkan tidak hanya memiliki kemampuan akademik di bidang hukum, tetapi juga mampu menjunjung tinggi integritas, keadilan, profesionalitas, dan tanggung jawab sosial. Ilmu hukum yang diperoleh selama menempuh pendidikan di Fakultas Syariah diharapkan dapat menjadi bekal dalam menghadapi dinamika kehidupan masyarakat dan perkembangan hukum yang semakin kompleks.

Selain prosesi pengukuhan lulusan, Yudisium XIII juga menjadi momentum untuk memberikan penghargaan kepada lulusan terbaik dan skripsi terbaik. Pemberian penghargaan tersebut merupakan bentuk apresiasi fakultas terhadap mahasiswa yang menunjukkan capaian akademik unggul sekaligus menghasilkan karya ilmiah berkualitas

LULUSAN TERBAIK PADA PRODI  DI LINGKUNGAN FAKULTAS SYARI’AH UIN SJECH M. DJAMIL DJAMBEK BUKITTINGGI

NO

NAMA NIM L/P TEMPAT/TANGGAL LAHIR IPK YUDISIUM PRODI
1 SUCI ATHIFAH ADILLA 1122092 P Tanjung Balai Karimun/ 10 April 2004 3.92 Dengan Pujian HKI
2 SEVILLA MAHARANI PUTRI 1222051 P Bukittinggi/ 7 Mei 2004 3.93 Dengan Pujian HES
3 ZAQIATY SALMA 1322075 P Ponorogo/ 22 Mei 2004 3.91 Dengan Pujian HTN
4 FAJRI AKBAR 1422055 L Tanjung Alam/ 28 Agustus 2002 3.90 Dengan Pujian HPI

 

SKRIPSI TERBAIK PADA PRODI  DI LINGKUNGAN FAKULTAS SYARI’AH UIN SJECH M. DJAMIL DJAMBEK BUKITTINGGI

 

NO NAMA NIM JUDUL SKRIPSI TOTAL NILAI PEMBIMBING PRODI
1 YUSRIZAL HAMID 1122005 ANALISIS PENETAPAN HAKIM PENGADILAN AGAMA MANINJAU NOMOR 23/PDT.P/2024/PA.MIN TENTANG PENETAPAN DZAWIL ARHAM SEBAGAI AHLI WARIS PERSPEKTIF MASLAHAH 93 Prof. Dr. Nofiardi, M.Ag HKI
2 ALDO AHMAD ZIZO 1222002 TINJAUAN HUKUM EKONOMI SYARI’AH TERHADAP HASIL REWARD MINIGAMES TAG TAG DI DOMPET DIGITAL DANA 90.7 Maizul Imran, S.H.I., M.A HES
3 ALFI RIZKI 1322028 EFEKTIVITAS PROGRAM DUBALANG KOTA DALAM UPAYA PREVENTIF MENANGGULANGI TAWURAN REMAJA DI KOTA PADANG PERSPEKTIF MAQASID AL-SYARI’AH 89.75 Gusril Basir, S.H M.Hum HTN
4 M. FAJRI 1422043 TINJAUAN HUKUM TA’ZIR TRHADAP PELAKSANAAN SANKSI ADAT DALAM TINDAK PIDANA PENYETRUMAN IKAN (STUDI KASUS NAGARI KAPUH UTARA KECAMATAN KOTO XI TARUSAN KABUPATEN PESISIR SELATAN) 90.3 Dr. Endri Yenti, M.Ag HPI

Penghargaan tersebut sekaligus diharapkan dapat menjadi motivasi bagi mahasiswa lainnya untuk terus meningkatkan prestasi, mengembangkan kemampuan akademik, serta menghasilkan karya ilmiah yang memberikan kontribusi bagi perkembangan ilmu hukum dan penyelesaian berbagai persoalan hukum di masyarakat.

Dengan dikukuhkannya 278 sarjana, Yudisium XIII menjadi bagian penting dari perjalanan Fakultas Syariah dalam melahirkan lulusan yang tidak hanya kompeten secara keilmuan, tetapi juga memiliki karakter, etika, dan komitmen terhadap nilai-nilai keadilan.  Yudisium XIII Fakultas Syariah akhirnya menjadi sebuah penanda: bahwa perjalanan akademik boleh berakhir di ruang yudisium, tetapi pengabdian ilmu dan perjuangan menghadirkan keadilan baru saja dimulai